Analisis K-Means Cluster


🧩 Analisis K-Means Cluster

1. Penentuan Jumlah Klaster (K)

Kami menggunakan Elbow Method (berdasarkan Within-Cluster Sum of Squares atau WCSS) untuk memilih jumlah klaster optimal ($K$).

Python
# Output WCSS untuk Elbow Method
1    40145.000000
2    34404.436455
3    32218.313741
4    30097.198378  <-- Pilihan K=4
5    28770.359263
6    27453.602716

Berdasarkan output WCSS, penurunan terbesar terjadi dari $K=1$ ke $K=2$. Penurunan mulai melandai setelah $K=4$. Kami memilih $\mathbf{K=4}$ sebagai jumlah klaster yang optimal, menawarkan keseimbangan yang baik antara mengurangi variasi dalam klaster dan menjaga interpretasi.

2. Sintaks K-Means Cluster Analysis (K=4)

Data telah diskala (standardized) terlebih dahulu, yang merupakan langkah wajib dalam $K\text{-Means}$ untuk memastikan semua variabel memiliki bobot yang sama dalam perhitungan jarak.

Python
# Sintaks K-Means Cluster Analysis (K=4)
K = 4 
kmeans = KMeans(n_clusters=K, init='k-means++', max_iter=300, n_init=10, random_state=42)
cluster_labels = kmeans.fit_predict(X_scaled)

# Sintaks Ringkasan Profil Cluster
cluster_profiles = df_cluster.groupby('Cluster')[clustering_vars].mean().T

3. Output Profil Cluster (Rerata Variabel)

VariabelCluster 0Cluster 1Cluster 2Cluster 3
RIDAGEYR (Usia)33.7564.9133.9764.75
IS_FEMALE (Jenis Kelamin: 1=P)$\mathbf{1.00}$$\mathbf{1.00}$$\mathbf{0.00}$$\mathbf{0.00}$
BMXBMI28.6729.4929.2428.53
BMXWAIST95.4994.7297.5093.71
NATRIUM_RERATA3192.983017.913227.683013.07
KALORI_RERATA2219.872172.592210.002236.45
AKTIVITAS_FISIK49.2350.6251.4647.85

Ukuran Klaster: Klaster 0 (1448 obs.), Klaster 1 (1470 obs.), Klaster 2 (1434 obs.), Klaster 3 (1383 obs.).

4. Ringkasan Tertulis dan Interpretasi

Analisis $\text{K-Means}$ dengan $K=4$ berhasil membagi $5735$ responden ke dalam empat klaster yang relatif merata. Profil klaster menunjukkan bahwa $\mathbf{Jenis\ Kelamin}$ dan $\mathbf{Usia}$ adalah variabel dominan yang mendefinisikan kelompok-kelompok tersebut, mengalahkan perbedaan pada variabel gizi dan antropometri lainnya.

Klaster yang diidentifikasi adalah:

  • Klaster 0 (33.75 tahun, Wanita): Wanita dewasa muda dengan BMI/Lingkar Pinggang sedang dan asupan Natrium/Kalori yang sedikit lebih tinggi.

  • Klaster 1 (64.91 tahun, Wanita): Wanita senior dengan BMI/Lingkar Pinggang yang sedikit lebih tinggi dan asupan gizi yang sedikit lebih rendah.

  • Klaster 2 (33.97 tahun, Pria): Pria dewasa muda, ditandai dengan Lingkar Pinggang tertinggi ($97.50$) di antara semua klaster dan asupan Natrium tertinggi ($3227.68$).

  • Klaster 3 (64.75 tahun, Pria): Pria senior, ditandai dengan Lingkar Pinggang terendah ($93.71$) dan Asupan Kalori tertinggi ($2236.45$).

Secara keseluruhan, $\text{K-Means}$ menciptakan subkelompok yang ditentukan terutama oleh demografi ($\text{Usia}$ dan $\text{Jenis Kelamin}$), dan perbedaan dalam gaya hidup (Lingkar Pinggang dan Asupan Natrium) bervariasi paling signifikan antara $\text{Pria\ Muda}$ (Klaster 2) yang cenderung memiliki risiko antropometri tertinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entri Blog: Menggali Data Kesehatan dengan NHANES

Predictive Modeling of Body Mass Index and Obese Status using Anthropometric, Dietary, and Lifestyle Factors in U.S. Adults

Entri Blog: Analisis Random Forest untuk Prediksi Obesitas