Entri Blog: Regresi LASSO dan Seleksi Variabel


🔪 Entri Blog: Regresi LASSO dan Seleksi Variabel

Tujuan dari analisis $\text{LASSO}$ ini adalah untuk mengidentifikasi subset variabel penjelas yang paling kuat yang memprediksi variabel respons kuantitatif kita, yaitu Indeks Massa Tubuh ($\text{BMXBMI}$), sambil meminimalkan prediction error melalui shrinkage koefisien.

Kami menggunakan $\text{K-Fold Cross-Validation}$ ($\text{K}=5$) untuk menemukan parameter shrinkage ($\alpha$ atau $\lambda$) optimal yang memberikan keseimbangan terbaik antara bias dan variance.

Sintaks LASSO Regression (LassoCV)

Kami memasukkan enam prediktor ke dalam model: $\text{Usia}$ ($\text{RIDAGEYR}$), $\text{Jenis Kelamin}$ ($\text{IS\_FEMALE}$), $\text{Lingkar Pinggang}$ ($\text{BMXWAIST}$), $\text{Rerata Natrium}$, $\text{Rerata Kalori}$, dan $\text{Aktivitas Fisik}$.

Python
# Sintaks Persiapan Data (Scaling)
scaler = StandardScaler()
X_scaled = scaler.fit_transform(X)
X_scaled_df = pd.DataFrame(X_scaled, columns=X.columns)

# Sintaks LASSOCV (K-Fold Cross-Validation)
cv = KFold(n_splits=5, shuffle=True, random_state=42)
lasso_cv = LassoCV(cv=cv, random_state=42, max_iter=10000).fit(X_scaled_df, Y)

# Sintaks Ekstraksi Koefisien
lasso_coefs = pd.Series(lasso_cv.coef_, index=X.columns)

Output LASSO Regression

Metrik LASSONilai
Optimal Alpha ($\lambda$)0.055880

Koefisien Regresi LASSO (Skala Standar):

VariabelKoefisien LASSO (β)
$\text{RIDAGEYR}$$\mathbf{-0.000000}$
$\text{IS\_FEMALE}$$0.037854$
$\text{BMXWAIST}$$\mathbf{5.941477}$
$\text{NATRIUM\_RERATA}$$\mathbf{0.000000}$
$\text{KALORI\_RERATA}$$0.681943$
$\text{AKTIVITAS\_FISIK}$$\mathbf{-2.098453}$

Ringkasan Tertulis

Analisis $\text{LASSO}$ menggunakan $\text{5-fold cross-validation}$ memilih $\mathbf{\lambda = 0.055880}$ sebagai parameter shrinkage optimal. Model $\text{LASSO}$ berhasil melakukan seleksi variabel, mengecilkan koefisien $\text{RIDAGEYR}$ ($\text{Usia}$) dan $\text{NATRIUM\_RERATA}$ ($\text{Rerata Natrium}$) menjadi tepat nol. Ini berarti bahwa $\text{Usia}$ dan $\text{Natrium}$ dieliminasi dari model sebagai prediktor $\text{BMI}$ yang efektif.

Variabel yang dipertahankan dalam model dan dianggap paling kuat terkait dengan $\text{BMI}$ adalah $\text{BMXWAIST}$ ($\text{Lingkar Pinggang}$) ($\beta=5.941$), diikuti oleh $\text{AKTIVITAS\_FISIK}$ ($\beta=-2.098$), $\text{KALORI\_RERATA}$ ($\beta=0.682$), dan $\text{IS\_FEMALE}$ ($\beta=0.038$). Koefisien yang besar pada $\text{Lingkar Pinggang}$ menunjukkan bahwa ini adalah prediktor $\text{BMI}$ yang dominan, sementara $\text{Aktivitas Fisik}$ memiliki hubungan negatif yang kuat, yang logis secara biologis. Hasil ini menguatkan temuan awal bahwa $\text{Natrium}$ tidak memiliki hubungan linear yang berarti dengan $\text{BMI}$.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entri Blog: Menggali Data Kesehatan dengan NHANES

Predictive Modeling of Body Mass Index and Obese Status using Anthropometric, Dietary, and Lifestyle Factors in U.S. Adults

Entri Blog: Analisis Random Forest untuk Prediksi Obesitas