Menghitung Koefisien Korelasi

Untuk hipotesis utama Anda (hubungan Natrium dan BMI), kita akan menggunakan koefisien korelasi Pearson ($r$) karena kedua variabel, NATRIUM_RERATA dan BMXBMI, adalah variabel kontinu (numerik) yang distribusinya cenderung normal (meskipun miring, seperti yang kita lihat di histogram).

📊 Program Menghitung Koefisien Korelasi

Fokus utama kita adalah hubungan antara Rerata Natrium Harian dan Indeks Massa Tubuh (BMI). Matriks korelasi juga mencakup Lingkar Pinggang (BMXWAIST) untuk konteks tambahan.

Sintaks Menghitung Koefisien Korelasi

Python
# SINTAKS GENERATE CORRELATION COEFFICIENT (Pearson)
kolom_fokus = ['NATRIUM_RERATA', 'BMXBMI', 'BMXWAIST']
korelasi_matriks = df_korelasi[kolom_fokus].corr(method='pearson')

# Mengambil nilai korelasi spesifik: Natrium vs. BMI
r_natrium_bmi = korelasi_matriks.loc['NATRIUM_RERATA', 'BMXBMI']
r_squared = r_natrium_bmi ** 2

Output Koefisien Korelasi

Matriks Korelasi (Pearson $r$)

NATRIUM_RERATABMXBMIBMXWAIST
NATRIUM_RERATA1.0000000.005909-0.009611
BMXBMI0.0059091.000000-0.003478
BMXWAIST-0.009611-0.0034781.000000

Korelasi Spesifik: Natrium Rerata vs. BMI

MetrikNilai
Koefisien Korelasi ($r$)0.0059
Koefisien Determinasi ($r^2$)0.0000

Interpretasi

  1. Arah dan Kekuatan Hubungan ($r$):

    • Koefisien Korelasi Pearson ($r$) antara Rerata Natrium Harian dan BMI adalah +0.0059.

    • Nilai ini sangat mendekati nol, menunjukkan bahwa hubungan linear antara asupan Natrium dan BMI adalah sangat lemah dan hampir tidak ada. Tanda positif yang sangat kecil menunjukkan bahwa ketika asupan Natrium meningkat, BMI cenderung meningkat, tetapi efeknya praktis nihil.

    • Hasil ini mengonfirmasi apa yang kita amati pada scatter plot sebelumnya: sebaran titik data yang tidak menunjukkan pola linear yang jelas.

  2. Koefisien Determinasi ($r^2$):

    • Koefisien Determinasi ($r^2$) adalah 0.0000 (jika dibulatkan ke empat desimal).

    • Menurut Note 2, $r^2$ memberi tahu kita proporsi variabilitas dalam satu variabel yang dijelaskan oleh variasi di variabel kedua. Dalam kasus ini, 0.00% dari variasi dalam BMI dijelaskan oleh variasi dalam Rerata Natrium Harian.

Kesimpulan: Secara bivariat, hipotesis bahwa Natrium adalah prediktor linear untuk BMI tidak didukung. Faktor-faktor lain yang kita ketahui (seperti kalori total, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik) kemungkinan jauh lebih penting dalam menjelaskan variasi BMI. Kita akan melihat apakah Natrium masih memiliki peran kecil saat kita memasukkan variabel pengontrol dalam regresi multivariat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entri Blog: Menggali Data Kesehatan dengan NHANES

Predictive Modeling of Body Mass Index and Obese Status using Anthropometric, Dietary, and Lifestyle Factors in U.S. Adults

Entri Blog: Analisis Random Forest untuk Prediksi Obesitas